Masjid Nabawi di Madinah selalu menjadi tempat yang istimewa bagi umat Islam. Selain menjadi salah satu masjid paling penting dalam sejarah Islam, masjid ini juga di kenal karena Kubah Hijau yang begitu ikonik.
Kubah yang megah ini terletak tepat di atas makam Nabi Muhammad SAW, menjadi saksi bisu dari perjalanan sejarah panjang umat Islam.
Kubah Hijau bukan sekadar elemen arsitektur biasa. Ia menyimpan makna mendalam yang mana menjadi sebuah simbol spiritualitas, sejarah, dan budaya Islam yang begitu kuat.
Tak heran, jutaan umat Islam dari seluruh dunia merasa takjub saat melihatnya langsung. Nilai sakral yang di miliki kubah ini membuatnya menjadi daya tarik utama bagi para jamaah yang berziarah ke Madinah.
Namun, apa sebenarnya yang membuat Kubah Hijau begitu istimewa? Apa sejarah di baliknya, dan seperti apa arsitektur serta maknanya bagi umat Islam? Mari kita pelajari lebih dalam tentang salah satu mahakarya arsitektur Islam ini.
“Kubah masjid bukan sekadar struktur. Ia adalah mahkota rumah Allah — dan mahkota tidak boleh dibangun dengan kompromi.”
— Andik, CEO Qoobah
Sejarah Kubah Hijau Masjid Nabawi

Kubah Hijau memiliki sejarah panjang yang di mulai pada tahun 1279 Masehi, saat pertama kali dibangun oleh Sultan Al-Mansur Qalawun dari Dinasti Mamluk.
Menariknya, pada awal pembangunannya, kubah ini tidak berwarna hijau seperti sekarang. Warnanya berubah beberapa kali, mulai dari putih, abu-abu, hingga biru, sebelum akhirnya di warnai hijau oleh Sultan Mahmud II dari Kekaisaran Ottoman pada tahun 1837.
Pembangunan kubah ini awalnya bertujuan untuk menandai lokasi makam Nabi Muhammad SAW, yang juga menjadi tempat peristirahatan terakhir dua sahabatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab.
Seiring waktu, Kubah Hijau menjadi bagian penting dari Masjid Nabawi, melambangkan penghormatan umat Islam kepada Rasulullah SAW.
Hingga saat ini, renovasi terus di lakukan untuk menjaga keindahan dan ketahanannya. Pemerintah Arab Saudi telah mengambil berbagai langkah modern agar kubah ini tetap berdiri kokoh sebagai simbol abadi Masjid Nabawi.
Makna dan Simbolisme Kubah Hijau
Dalam tradisi Islam, warna hijau sering di kaitkan dengan kehidupan, keberkahan, dan kesuburan. Warna ini juga melambangkan keharmonisan dan kedamaian.
Maka tak heran, Kubah Hijau menjadi simbol kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW.
Bagi jamaah haji dan umrah, Kubah Hijau adalah salah satu tempat yang paling di rindukan untuk di kunjungi. Lokasinya yang berada di atas makam Rasulullah SAW menambah nilai spiritual dan emosional.
Banyak yang berdoa dan bermunajat di dekatnya, mengingat ajaran-ajaran Nabi dan mempererat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Keindahan Arsitektur Kubah Hijau Nabawi

Secara arsitektur, Kubah Hijau memiliki desain yang luar biasa. Dengan tinggi sekitar 35 meter dan diameter 18 meter, kubah ini di rancang menggunakan material berkualitas tinggi untuk menghadapi cuaca ekstrem di Madinah.
Bagian luar kubah di hiasi dengan ornamen rumit yang mencerminkan keindahan seni Islam klasik.
Sementara itu, bagian dalamnya, meski tidak terbuka untuk umum, di percantik dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an yang di tulis dengan sangat indah.
Selain itu, tiang-tiang penyangga di sekitar kubah juga di hiasi ukiran dan motif khas Timur Tengah.
Detail-detail ini menjadikan Kubah Hijau sebagai mahakarya arsitektur yang memukau, sekaligus menyimpan makna spiritual yang dalam.
Fakta Menarik Tentang Kubah Hijau
Ada beberapa fakta menarik yang membuat Kubah Hijau semakin istimewa:
- Berubah Warna: Sebelum berwarna hijau, kubah ini pernah dicat putih, abu-abu, bahkan biru.
- Dilindungi dengan Teknologi Canggih: Pemerintah Arab Saudi menggunakan teknologi canggih untuk menjaga kubah ini dari kerusakan.
- Lokasi Bersejarah: Kubah ini menandai makam Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq, dan Umar bin Khattab.
- Inspirasi Dunia: Desainnya menginspirasi banyak masjid di seluruh dunia.
- Tidak Bisa Diakses Publik: Bagian dalam kubah tetap menjadi area privat, menambah kesakralannya.
Kubah Hijau Masjid Nabawi di Pintu Berapa?
Kubah Hijau di Masjid Nabawi terletak di sisi selatan masjid, tepat di atas makam Nabi Muhammad SAW. Tempat ini juga merupakan lokasi peristirahatan dua sahabat beliau yang mulia, Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab.
Bagi Anda yang ingin melihat Kubah Hijau lebih dekat, Anda dapat masuk melalui Pintu 37 (Bab As-Salam). Dari pintu ini, Anda akan di arahkan ke Raudhah, sebuah area yang di kenal sebagai salah satu taman surga.
Di sini, Anda dapat menyaksikan keindahan Kubah Hijau sekaligus merasakan suasana spiritual yang begitu mendalam.
Namun, perlu di ingat bahwa akses menuju area ini terkadang berubah, terutama saat musim haji atau ada kebijakan khusus.
Oleh karena itu, penting untuk mengikuti arahan dari petugas Masjid Nabawi agar pengalaman Anda tetap nyaman dan lancar.
Semoga kunjungan Anda ke Masjid Nabawi membawa kedamaian dan keberkahan.
Sedang Merencanakan Pembangunan Kubah Masjid?
Setiap kubah memiliki desain, fungsi, dan karakter yang berbeda. Jika Anda sedang merancang masjid, Qoobah dapat membantu memberikan rekomendasi desain dan material yang sesuai.
Kesimpulan
Kubah Hijau di Masjid Nabawi bukan sekadar elemen arsitektur, yang mana juga merupakan simbol cinta, penghormatan, dan spiritualitas umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW.
Dengan sejarah panjang, keindahan arsitektur, dan makna mendalam, kubah ini akan terus menjadi inspirasi bagi umat Islam di seluruh dunia.
Bagi Anda yang bermimpi menghadirkan kubah masjid yang indah, PT Anugrah Kubah Indonesia siap membantu mewujudkannya. Sebagai kontraktor kubah masjid berkualitas, kami menghadirkan desain menawan dan kokoh yang akan mempercantik masjid Anda.
Jangan ragu untuk menghubungi kami dan mulai perjalanan membangun masjid impian Anda hari ini!
*Sumber Gambar: Pexels