Di sebuah desa terpencil, semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat telah berhasil mewujudkan pembangunan kembali Masjid Alfuqara.
Keinginan untuk memiliki tempat ibadah yang representatif menjadi pendorong utama di balik inisiatif ini, mengingat kondisi masjid yang lama sudah rapuh dan mengkhawatirkan.
Pembangunan masjid ini melalui beberapa tahapan penting yang menunjukkan kuatnya partisipasi warga.
Berawal dari keprihatinan kolektif melihat kondisi masjid yang kontras dengan rumah-rumah warga yang sudah kokoh, masyarakat dengan antusias menyambut ajakan untuk perbaikan.
Inisiatif ini kemudian ditindaklanjuti dengan pembentukan panitia pembangunan melalui serangkaian pertemuan warga.
Saldo Awal Masjid 0 rupiah
Dari segi pendanaan, proyek ini sepenuhnya bergantung pada swadaya masyarakat. Sumbangan dikumpulkan secara kolektif, bahkan dengan cara dicicil.
Keberhasilan pengumpulan dana ini membuktikan bahwa dengan kekompakan, nominal kecil seperti dua ribu atau lima ribu rupiah dapat menghasilkan sesuatu yang besar.
Salah satu fokus utama dalam pembangunan adalah pemilihan kubah masjid. Panitia melakukan proses seleksi dengan sangat cermat karena menyangkut dana umat yang harus di pertanggungjawabkan.
Setelah melalui verifikasi terhadap beberapa penawaran, pilihan jatuh kepada PT Anugerah Kubah Indonesia.
Keputusan ini di dasari oleh beberapa pertimbangan, antara lain karena perusahaan tersebut mengerjakan seluruh proses secara mandiri, memiliki fasilitas produksi sendiri, serta di dukung oleh tenaga kerja profesional. Sistem pembayaran yang fleksibel juga menjadi faktor penentu.
Mengingat lokasi masjid yang berdekatan dengan laut, material kubah yang di pilih adalah stainless gold untuk mengantisipasi korosi. PT Anugerah Kubah Indonesia pun memberikan jaminan atas produknya.
Hingga kini, setelah berjalan selama hampir tiga tahun, pembangunan masjid telah menunjukkan hasil yang membanggakan.
Kemegahan kubah yang berhasil di dirikan dengan dana swadaya masyarakat menjadi bukti nyata dari kekuatan kebersamaan.

Qoobah Adalah KUNCI!
Jika Anda tidak ingin menyesal setelah pebangunan kubah masjid, gunakan kontraktor yang jelas dan yang pasti saja!
HUBUNGI KAMI
Ukuran Standar Kubah Masjid Berdasarkan Pengalaman Lapangan
Berdasarkan pengalaman Tim Qoobah dalam menangani berbagai proyek masjid di Indonesia, berikut adalah estimasi ukuran kubah masjid yang lazim di gunakan:
- Masjid kecil (kapasitas 50–100 jamaah): Diameter kubah 3–5 meter
- Masjid menengah (kapasitas 100–300 jamaah): Diameter kubah 6–9 meter
- Masjid besar (kapasitas 300–1000 jamaah): Diameter kubah 10–13 meter
- Masjid agung atau monumental: Diameter kubah 14 meter ke atas
Tentu saja, ini hanya gambaran umum. Setiap proyek memiliki karakteristik dan kebutuhan masing-masing, sehingga perencanaan ukuran kubah masjid tetap perlu di sesuaikan.
Konsultasikan dengan Kontraktor Kubah
Jika Anda tidak yakin dengan ukuran yang tepat, konsultasikan dengan kontraktor kubah