Lompat ke konten
Qoobah » Artikel Qoobah » Masjid Jami Al Hidayah Tegal Danas Kaum Bekasi

Masjid Jami Al Hidayah Tegal Danas Kaum Bekasi

Masjid Jami Al Hidayah

Masjid Jami’ Al-Hidayah berlokasi di Kampung Tegal Danas Kaum, Ds. Jayamukti, Kec. Cikarang Pusat, Kab. Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Masjid Jami’ Al-Hidayah ini lebih tepatnya berlokasi di dalam gang, ditengah-tengah Kampung Tegal Danas Kaum, dan lokasi tersebut tidak jauh dari perempatan jembatan Deltamas, Kalimalang.

Di Kecamatan Cikarang Pusat ini, terdapat sekitar 4 masjid di daerah ini yaitu :

– Masjid Al Muhajirin, sebuah masjid kecil dan minimalis dengan arsitektur bangunan yang unik
– Masjid Pondok Pesantren Al-Muhajirin
– Masjid Sirojul Huda disamping jembatan tol Deltamas
– Masjid Jami’ Al Hidayah

Sebelumnya, kewajiban sholat jum’at selalu dilaksanakan di Masjid Agung Al-Hidayah hingga Masjid Pondok Pesantren Al-Muhajirin selesai dibangun. Apalagi, Masjid Al-Muhajirin yang hanya berukuran mungil tidak digunakan sebagai tempat untuk sholat jum’at, sehingga para santri dan pengasuh PonPes selalu melaksanakan sholat jum’at di masjid ini.

Setelah Masjid Pondok Pesantren Al-Muhajirin selesai dalam pembangunan nya, lama-kelamaan jamaah yang selalu memenuhi Masjid Jami’ Al-Hidayah berkurang secara drastis. Masjid Jami’ ini sampai saat ini juga mengelola sebuah madrasah yang berlokasi tepat di pekarangan masjid Jami’ ini.

Lokasi masjid ini memang sedikit kurang praktis, karena terletak di tengah-tengah perkampungan padat penduduk. Sehingga akses jalan masuk memang harus melewati gang kecil dari arah jembatan deltamas, tepatnya di sebelah kanan jalan. Apabila anda berkunjung ke masjid ini dengan mobil, sebaiknya anda parkir kendaraannya di tepi jalan raya, karena akses parkir lumayan sulit untuk dilakukan.

Arsitektur Masjid Jami Al Hidayah

Arsitektur bangunan Masjid Jami’ Al-Hidayah dibangun dengan bentuk klasik, khas budaya bangunan Masjid Nusantara pada umumnya. Hal ini jelas terlihat dari atap limas bersusun tiga yang dibentuk dengan sangat rapi. Atap pertama meneduhi hingga bagian serambi masjid, sedangkan jarak antara atap pertama dan kedua diberikan ventilasi udara berbentuk persegi panjang.

Kemudian jarak antara atap kedua dan ketiga digunakan sebagai tempat 4 pengeras suara. Atap yang paling puncak tersebut berukuran kecil, karena tujuannya hanya demi melindungi pengeras suara saja.

Pada bagian atap paling tinggi terdapat sebuah kubah berukuran cukup besar berasal dari metal. Pada puncak kubah tersebut diberikan sebuah ornamen bertuliskan “Allah”.

Jika melihat bangunannya, kesan yang pertama kali muncul adalah klasik, namun tetap kokoh berdiri. Hal tersebut bisa Anda lihat dari banyak tiang yang berjejer di bagian pinggir teras masjid, yang fungsinya untuk menyangga atap bangunan masjid. Lengkungan demi lengkungan di buat diantara 2 tiang, sehingga menambah keindahan masjid ini.

Pintu utama diletakkan dibagian timur, sedangkan beberapa pintu sekunder diletakkan di sisi utara dan selatan masjidnya. Areal parkirnya memang tidak begitu luas, karena letaknya yang berada di tengah-tengah perkampungan penduduk, dan mepet dengan beberapa rumah penduduk sekitar.

Pada bagian lantainya dilapisi dengan keramik berwarna putih bersih, kemudian pada beberapa shaff paling depan dilapisi kembali dengan karpet sajadah. Bagian mihrabnya dibentuk sebagai ruangan kecil, dengan mimbar yang diletakkan di sampingnya.

Suasana di dalam Masjid Agung Al-Hidayah ini sangat sederhana, karena ornamen-ornamen yang dipasang hanyalah beberapa kaligrafi kecil dibagian dindingnya, tidak seperti pada masjid agung lain yang selalu dipenuhi dengan ornamen-ornamen dibagian dalam ruangan utamanya.

Yang perlu di acungi jempol untuk masjid ini adalah kebersihan yang selalu terjaga di keseluruhan lingkungannya. Bahkan, pada areal halaman dan parkir selalu terjaga bersih, karena para pengurus masjid selalu membersihkan keseluruhan bagian dalam dan luar masjid ini.