Skip to content
Home » Artikel Qoobah » Kemegahan Masjid Biru di Selangor Malaysia

Kemegahan Masjid Biru di Selangor Malaysia

Masjid Biru di Selangor Malaysia

Mihrab masjid ini dilapisi dengan dinding marmer. Marmer putih dibagian ini infonya dihadirkan dari Turki. Untuk memberikan faktor kesakralannya, sisi ini dihiasi juga oleh seni kaligrafi dengan warna hitam.

Lalu untuk sisi lainnya yang cukuplah menonjol ialah sisi mimbar masjid. Mimbar masjid ini berdiri cukuplah menjorok ke sisi jamaah. Sisi mimbar ini terbuat dari kayu dengan skema corak ukiran ciri khas masjid-masjid tradisional Melayu.

Tinggi dari mimbar ini tujuh kaki atau sekitar 2,1 meter. Mimbar ini berdiri atas empat tiang dengan melekat pada dinding setinggi sembilan meter dengan hiasan di belakangnya berupa bulan serta bintang di atasnya.

Pembekal Kubah Surau Selangor Malaysia

Arsitektur Bangunan Masjid Biru

Masjid ini sendiri mempunyai dua lantai. Lantai basic dipakai menjadi tempat shalat buat jamaah lelaki. Luas sisi ini sampai 2.190 meter persegi. Sedang, dibagian atas jadi tempat beribadah buat golongan wanita.

Untuk ke arah lantai dua ini, ada pun eskalator yang ada dibagian selasar masjid. Keseluruhan daya tampung jamaah dari ke-2 lantai ini dapat sampai 20 ribu orang.

Lalu untuk memberi perasaan nyaman melaksanakan ibadah pada beberapa ribu jamaah, masjid ini sudah menyewa tenaga pakar dari New York, Amerika Serikat, untuk membenahi nada di masjid dapat jadi terdengar jelas serta bagus.

Tidak bingung bila lalu masjid ini cukuplah membuat bangga masyarakat Selangor. ”Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah ini ialah simbol keagungan syiar Islam di Selangor,” demikian diikrarkan cerita pada suatu video yang diupload di situs Youtube.

Perlu perjalanan cukuplah panjang untuk mendatangkan Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah. Masjid yang ada di Shah Alam, ibu kota Selangor, ini memerlukan waktu sampai 12 tahun untuk dapat berdiri megah.

Pencetus masjid ini ialah Sultan Salahuddin Abdul Aziz. Dia ialah sultan ke-8 Selangor. Dia menitahkan supaya dibuat satu masjid tidak lama sesudah Shah Alam diikrarkan menjadi ibu kota baru Selangor pada 14 Februari 1974. Tetapi, proses pembangunan baru diawali pada 1982 serta selesai penyelesaiannya enam tahun lalu.

Di lokasi Asia Tenggara, masjid ini jadi yang paling besar ke-2 sesudah Masjid Istiqlal di Indonesia. Dengan bentuk kubahnya yang berwarna biru, masjid ini juga dikenal menjadi Masjid Biru dari Malaysia.

error: Content is protected !!