Lompat ke konten
Qoobah » Artikel Qoobah » Masjid Agung Kota Kediri, Perpaduan Arsitektur Modern dan Sejarah

Masjid Agung Kota Kediri, Perpaduan Arsitektur Modern dan Sejarah

Saat melintasi Jembatan Bandar atau bersantai di Alun-Alun Kota Kediri, pandangan mata pasti akan terpukau oleh satu bangunan megah yang berdiri kokoh dengan kubah hijaunya yang menenangkan. Itulah Masjid Agung Kediri, sebuah mahakarya arsitektur yang tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga ikon kebanggaan dan destinasi wisata religi yang wajib dikunjungi.

Bagi Sobat Qoobah yang baru pertama kali melihatnya, mungkin akan sedikit terkejut. Tampilannya yang modern dan megah, lebih menyerupai gedung serbaguna dari Eropa, membuatnya unik dan berbeda dari masjid-masjid agung pada umumnya di Indonesia.

Yuk, kita bedah bersama segala hal tentang Masjid Agung Kediri, dari sejarah hingga keunikan arsitekturnya!

Sejarah Masjid Agung Kediri

masjid agung kota kediri

Meskipun terlihat sangat modern, akar sejarah Masjid Agung Kediri sejatinya sudah tertancap dalam sejak lama. Masjid ini pertama kali didirikan pada tahun 1771 M oleh bupati saat itu. Tentu saja, bentuknya masih sangat sederhana dan jauh dari kemegahan yang kita saksikan hari ini.

Transformasi besar-besaran terjadi pada tahun 2006. Pemerintah Kota Kediri memprakarsai pembangunan total masjid dengan visi menjadikannya sebagai pusat syiar Islam yang monumental.

Proyek ambisius ini dipercayakan kepada arsitek kenamaan spesialis masjid, Ir. H. Achmad Nu’man dari PT Birano, yang juga merancang Masjid Agung Al-Akbar Surabaya. Hasilnya adalah sebuah masjid dengan wajah baru yang futuristik namun tetap sarat makna.

Pesona Arsitektur: Perpaduan Tiga Gaya yang Memukau

Inilah bagian yang paling menarik bagi kita, Sobat Qoobah! Keunikan Masjid Agung Kediri terletak pada perpaduan harmonis antara tiga gaya arsitektur, yaitu Eropa, Timur Tengah, dan Jawa.

  1. Gaya Eropa: Terlihat dari struktur bangunan utamanya yang berbentuk persegi besar dan kokoh, dilapisi dengan batu granit berwarna krem. Penggunaan material modern dan desain yang masif memberikan kesan agung dan megah layaknya bangunan-bangunan penting di benua biru.
  2. Gaya Timur Tengah: Identitas keislaman diperkuat dengan elemen-elemen khas Timur Tengah. Yang paling utama tentu saja adalah kubah utama yang besar dan anggun, serta satu menara yang menjulang tinggi. Kaligrafi yang menghiasi beberapa sudut interior juga memperkaya nuansa Islami di dalamnya.
  3. Sentuhan Jawa: Meskipun tidak dominan, filosofi Jawa terasa pada struktur bangunan utamanya yang terdiri dari tiga lantai. Ini seakan mengadopsi konsep atap tumpang tiga pada masjid-masjid demak-an (arsitektur masjid tradisional Jawa), yang dimaknai sebagai representasi dari Iman, Islam, dan Ihsan.

Salah satu keajaiban konstruksinya adalah ruang salat utama di lantai dua yang sangat luas tanpa tiang penyangga (saka guru) di tengahnya. Hal ini memberikan pandangan yang lapang dan tidak terhalang ke arah mimbar dan mihrab, menciptakan suasana ibadah yang lebih khusyuk.

Menara Asmaul Husna: Ikon Kebanggaan Kota Kediri

Berdiri terpisah di sisi tenggara masjid, terdapat menara setinggi 49 meter yang menjadi daya tarik utama. Bukan sekadar menara biasa, Sobat Qoobah bisa naik hingga ke puncaknya menggunakan lift!

Dari atas menara ini, terhampar pemandangan 360 derajat Kota Kediri yang luar biasa. Sobat bisa menyaksikan aliran Sungai Brantas yang membelah kota, hiruk pikuk Alun-Alun, Jembatan Bandar yang ikonik, hingga lanskap kota dengan latar belakang pegunungan. Ini adalah spot foto terbaik untuk mengabadikan kunjungan Sobat ke Kediri.

Fasilitas Lengkap untuk Kenyamanan Beribadah dan Berkunjung

Sebagai masjid agung, fasilitas yang disediakan sangat lengkap untuk menunjang kenyamanan jamaah dan pengunjung.

  • Ruang Salat Tiga Lantai: Mampu menampung ribuan jamaah. Lantai dasar biasanya digunakan untuk berbagai kegiatan, sementara lantai dua adalah ruang salat utama dan lantai tiga sebagai ruang salat tambahan.
  • Tempat Wudu dan Toilet: Sangat luas, bersih, dan terawat dengan baik.
  • Perpustakaan Islam: Menyediakan berbagai koleksi buku-buku keislaman untuk menambah wawasan.
  • Aula Serbaguna: Digunakan untuk berbagai acara, mulai dari seminar, kajian, hingga akad nikah.
  • Area Parkir Luas: Mampu menampung banyak kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Lokasi Strategis di Jantung Kota

Masjid Agung Kediri

Menemukan Masjid Agung Kediri sangatlah mudah. Lokasinya berada di pusat kota yang strategis.

Alamat: Jl. Panglima Sudirman No. 160, Kampungdalem, Kec. Kota, Kota Kediri, Jawa Timur.

Posisinya tepat di sebelah barat Alun-Alun Kota Kediri dan di tepi timur Sungai Brantas, menjadikannya titik orientasi yang sempurna bagi siapa pun yang datang ke kota ini.

Kesimpulan

Masjid Agung Kediri adalah bukti nyata bahwa arsitektur Islam sangat dinamis. Ia bukan sekadar tempat sujud, melainkan sebuah pernyataan identitas, simbol kemajuan, dan karya seni yang memadukan sejarah panjang dengan visi masa depan. Kemegahannya yang modern, menaranya yang menjulang, serta lokasinya yang sentral menjadikannya paket lengkap destinasi religi yang mengesankan.

Jadi, jika Sobat Qoobah berkunjung ke Kediri, jangan lewatkan kesempatan untuk salat dan mengagumi kemegahan Masjid Agung Kediri. Rasakan sendiri sensasi beribadah di dalam ruang tanpa tiang dan nikmati panorama kota dari puncak menaranya!