Skip to content
Home » Artikel Qoobah » Masjid Hassan II – Kontraktor Kubah Masjid

Masjid Hassan II – Kontraktor Kubah Masjid

Masjid Agung Maroko

Seperti yang tercermin dari namanya, Masjid Hassan II dibuat atas perintah raja Maroko, yakni Raja Hassan II. Hampir 1/2 sisi bangunan ini ada diatas air Samudera Atlantik. Tempat ini ambil ide dari salah satunya ayat Al-Quran yang mengatakan jika arasy (tahta) Tuhan “berada diatas air.”

Masjid Hasan II

Beberapa dari lantai masjid terbuat dari kaca hingga jamaah bisa berdiri pas diatas air laut Samudera Atlantik. Perihal ini terpenting diutamakan oleh sang raja:
“Saya ingin supaya Casablanca mempunyai satu bangunan yang besar serta indah dan bisa jadi kebanggaan sampai akhir jaman.

Aku ingin bangun satu masjid diatas air, sebab tahta Tuhan terdapat diatas air. Jadi, beberapa orang mukmin yang bersembahyang disana untuk memuja Sang Pencipta sekaligus juga bisa merenungkan langit serta lautan milik Tuhan ini”.

Bangunan masjid ini dibuat diatas tanah urukan serta didesain demikian rupa hingga tahan gempa dan mempunyai skema pemanasan lantai, pintu-pintu elektronik, serta atap yang dapat dibuka-tutup. Arsiteknya ialah seseorang Perancis bernama Michel Pinseu.

Pembangunan Masjid Hasan II

Pekerjaan pembangunan diawali pada tanggal 12 Juli 1986 serta diinginkan tuntas di hari ulang tahun ke-60 Raja Hassan II pada tahun 1989. Akan tetapi, nyatanya proses pembangunan molor hingga baru tuntas pada tanggal 30 Agustus 1990. Jumlahnya pekerja pembangunan kurang lebih 2500 orang. Proses ini pula menyertakan 10 ribu seniman serta pengrajin.

Semua bahan baik berbentuk batu granit, pualam, kayu ataupun beberapa bahan yang lainnya yang dipakai dalam pembangunan ini diambil dari seputar Maroko, terkecuali bahan untuk pilar granit putih serta kandil-kandil kaca yang dihadirkan dari Murano, Venezia, Italia.

Saat lima tahun, seputar 6 ribu seniman tradisionil Maroko kerja keras untuk merubah beberapa bahan mentah ini jadi mozaik, lantai serta pilar-pilar batu, dinding, serta langit-langit kayu yang diukir serta berwarna-warni. Saat tenggat yang dipastikan sudah teratasi, 1400 orang kerja pada siang hari serta 1000 orang kerja saat malam hari untuk mengakhiri project ini.

Arsitektur Masjid Hasan II

Arsitektur Masjid Hasan II

Pembangunan masjid ini diprediksikan menelan cost seputar $800 juta, yang sejumlah besar diambil dari pajak. Beberapa laporan internasional sudah memberi laporan jika ada sangat banyak hujatan serta dana-tidak-sukarela yang dipakai untuk membiayai project ini.

Akan tetapi, orang Maroko nampaknya masih bangga dengan monumen mereka ini. Pengumpulan dana untuk pembangunan masjid ini sebetulnya pun mempunyai peka: kurangi jumlahnya uang yang tersebar di Maroko serta mendesak inflasi.

Style arsitektur Masjid Hassan II menunjukkan dampak style “Moorish” yang kuat serta memperingatkan orang pada kemegahan Alhambra serta Mezquita, dua peninggalan kebudayaan Islam yang termasyhur di daratan Spanyol. Pintu-pintu di luar ataupun di ruang masjid dicirikan oleh lengkungan berupa tapal kuda. Sedang dinding serta pilar-pilar di ruang dihiasi dengan beberapa jenis skema ukiran yang susah serta indah.

error: Content is protected !!