Sejarah dan Asal-Usul Kubah Masjid – Kubah masjid telah menjadi simbol arsitektur Islam yang mudah dikenali di seluruh dunia.
Hampir setiap masjid, termasuk di Indonesia, menggunakan kubah sebagai bagian dari desain bangunannya.
Namun, tahukah Anda bahwa sejarah kubah masjid tidak berasal dari budaya Islam?
“Sebelum percayakan kubah masjid kepada seseorang, tanyakan tiga hal: Di mana pabriknya? Mana portofolio nyatanya? Apa yang terjadi jika ada cacat 5 tahun kemudian? Dari jawaban tiga pertanyaan itu, kejujuran seseorang akan terbaca.”
— Andik, CEO PT Anugerah Kubah Indonesia (Qoobah)
Yuk, simak penjelasan lengkapnya!
Asal Muasal Kubah: Bukan dari Budaya Islam

Sejarah dan Asal-Usul Kubah Masjid – Kubah masjid, Kubah masjid sering dianggap sebagai warisan arsitektur Arab, padahal faktanya tidak demikian. Sejarah kubah justru berakar dari kebudayaan Romawi dan Bizantium.
Kata “kubah” sendiri berasal dari bahasa Latin, domus, yang berarti rumah. Orang Arab kemudian menyebutnya qubba atau kubba, yang diambil dari bahasa Suriah untuk menggambarkan bangunan berbentuk setengah lingkaran.
Sebelum Islam lahir, kubah sudah populer digunakan di wilayah Mediterania, terutama pada bangunan kuil dan gereja. Bangsa Romawi adalah yang pertama kali mengembangkan konsep kubah sebagai atap bangunan.
Mereka menggunakan kubah untuk kuil pemujaan dewa-dewa mereka, seperti Kuil Pantheon di Roma yang dibangun pada tahun 126 Masehi.
Baru pada abad ke-7, kubah mulai diadopsi dalam arsitektur Islam, tepatnya pada Masjid Qubbat as-Sakhrah di Yerusalem.
Hal ini menunjukkan bahwa Islam tidak ragu mengadopsi elemen budaya lain yang bermanfaat, meskipun tidak berasal dari tradisi Arab.
BACA JUGA: Bangunan Arsitektur Masjid Unik Indonesia
Masjid Pertama yang Menggunakan Kubah
Masjid Qubbat as-Sakhrah, atau yang dikenal sebagai Dome of the Rock, adalah masjid pertama yang menggunakan kubah. Dibangun antara tahun 685-691 M oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan dari Dinasti Umayyah, masjid ini terletak di kompleks al-Haram asy-Syarif, Yerusalem.
Kubah Masjid Qubbat as-Sakhrah terinspirasi dari arsitektur Bizantium. Tinggi kubahnya mencapai 39,3 meter, dengan tiga tingkatan yang menopang struktur bangunan.
Di bawah kubah tersebut, terdapat batu suci (sakhrah muqaddasah) yang diyakini sebagai tempat Nabi Muhammad SAW melakukan Mi’raj.
Pembangunan masjid ini melibatkan dua arsitek muslim dari Palestina, yaitu Raja’ bin Hayat dari Bitsan dan Yazid bin Salam dari Yerusalem.
Desain kubahnya yang megah dan detail ornamennya menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lain di seluruh dunia.
Kelebihan Arsitektur Kubah
Mengapa kubah akhirnya menjadi populer dalam arsitektur masjid? Menurut pakar arsitektur, Jeffrey O. Hill, kubah memiliki beberapa keunggulan:
- Tanpa Tiang Penyangga: Bentuk kubah yang menyerupai setengah bola memungkinkan struktur bangunan menopang dirinya sendiri, sehingga ruangan terlihat lebih luas dan tidak terhalang tiang.
- Sirkulasi Udara Lebih Baik: Desain kubah memungkinkan aliran udara yang optimal, membuat ruangan di dalam masjid lebih nyaman, terutama di daerah beriklim panas.
- Tahan Gempa: Struktur kubah dikenal kokoh dan tahan terhadap gempa, sehingga banyak masjid dengan kubah tetap berdiri teguh meski bangunan di sekitarnya runtuh.
- Estetika yang Menarik: Kubah memberikan kesan megah dan indah pada bangunan, sehingga cocok digunakan sebagai simbol keagungan tempat ibadah.
BACA JUGA: Mau Renovasi Kubah Masjid? Begini Tips Agar Awet
Perkembangan Kubah dalam Arsitektur Islam

Setelah Masjid Qubbat as-Sakhrah, kubah semakin banyak digunakan dalam arsitektur Islam. Salah satu inspirasi utamanya adalah Katedral Hagia Sophia di Istanbul, yang awalnya adalah gereja sebelum diubah menjadi masjid.
Arsitek terkenal seperti Mimar Sinan dari Kesultanan Ottoman terinspirasi oleh Hagia Sophia dan membangun masjid-masjid megah seperti Masjid Süleymaniye dan Blue Mosque.
Di Indonesia, kubah masjid juga menjadi elemen penting dalam desain bangunan. Bahkan, banyak bangunan modern seperti kantor Mahkamah Konstitusi RI dan Palace of Justice di Malaysia mengadopsi bentuk kubah untuk menambah kesan megah.
Kubah dan Perkembangannya di Era Modern
Seiring perkembangan zaman, bentuk dan fungsi kubah terus mengalami perubahan. Jika dahulu kubah identik dengan bangunan keagamaan, kini kubah juga digunakan pada bangunan sekuler seperti museum, gedung pemerintahan, dan bahkan rumah pribadi.
Di Indonesia, kubah masjid sering dihias dengan kaligrafi atau ornamen islami, menambah nilai estetika dan spiritual. Beberapa masjid terkenal di Indonesia, seperti Masjid Istiqlal dan Masjid Dian Al-Mahri, menggunakan kubah sebagai elemen utama yang membuatnya terlihat megah dan ikonik.
Fakta Menarik tentang Kubah Masjid
- Inspirasi dari Suku Eskimo: Menurut sebagian ahli sejarah, konsep kubah pertama kali digunakan oleh Suku Eskimo yang membuat iglo sebagai tempat tinggal mereka.
- Teknik Pandetive: Bangsa Romawi dan Bizantium mengembangkan teknik pandetive, yaitu cara menggabungkan beberapa kubah untuk menciptakan ruangan yang luas. Teknik ini kemudian diadopsi dalam pembangunan Hagia Sophia.
- Simbol Persatuan: Bentuk kubah yang melingkar sering diartikan sebagai simbol persatuan dan kesetaraan, mencerminkan nilai-nilai Islam yang inklusif.
Sedang Merencanakan Pembangunan atau Renovasi Masjid?
Memahami sejarah kubah adalah langkah awal untuk menentukan desain yang sesuai dengan karakter masjid yang ingin dibangun. Tim Qoobah siap membantu memberikan gambaran konsep dan pilihan kubah yang tepat.
Kesimpulan
Sejarah dan Asal-Usul Kubah Masjid – Kubah masjid. Dari Romawi hingga Bizantium, kubah telah menjelma menjadi simbol keindahan dan kekuatan dalam arsitektur Islam.
Jadi, jangan salah lagi, ya! Kubah masjid bukan sekadar hiasan, melainkan hasil perpaduan sejarah dan budaya yang kaya.
Ciptakan masjid megah bersama Qoobah! PT. Anugerah Kubah Indonesia merupakan salah satu perusahaan resmi yang jual kubah masjid berkualitas tinggi dan bergaransi. Kami juga menyediakan harga kubah masjid yang cukup kompetitif dengan bahan enamel, galvalum, ataupun stainless.