Skip to content
Home » Artikel Qoobah » Masjid Pertama di Benua Afrika

Masjid Pertama di Benua Afrika

Masjid Pertama di Benua Afrika

Masjid Pertama di Benua Afrika – Mushola Amru bin ‘Ash sebagai mushola pertama kali yang dibuat di Mesir, bahkan juga di benua Afrika. Dia pertama kalinya dibuat di kota Kairo di tahun 641 M atau 21 H. Dikisahkan jika mushola ini dibangun oleh 80 teman dekat Rasulullah, salah satunya Zubair bin Pemula, Abu Darda, Al-Miqdad, dan yang lain.

Awalnya, luas mushola ini cuman 500 mtr. persegi. Awalnya, mushola ini berdinding batu bata, beratap pelepah pohon kurma, dan bertiang tangkai pohon kurma. Keseluruhan pintunya ada 6 buah. Akan tetapi, dalam sejarahnya mushola yang memperoleh panggilan Taj al-Jawami ini alami seringkali peluasan dan pemugaran. Diambil dari buku Cerita Beberapa Pencarian Enaknya Shalat, di tahun 672 atau 53 H Mushola Amru bin ‘Ash alami peluasan untuk pertamanya kali di bawah pemantauan Maslamah bin Makhlad, Gubernur Mesir di saat itu. Untuk ke-2 kalinya, Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik lakukan pemugaran dan peluasan mushola ini pada 710 M atau 93 H. Sementara di tahun 827 M atau 212 H, Mushola Amru bin ‘Ash alami peluasan sampai 3x lipat di bawah kuasa Abdullah bin Thahir, Gubernus Mesir, pada periode kekhalifahan Abbasiyah.

Sesudah alami peluasan yang paling berarti, Mushola Amru bin ‘Ash alami kebakaran dan terserang gempa. Persisnya di tahun 1168 M atau 564 H, daerah Fusthat terbakar dan mengakibatkan mushola ini turut terbakar. Peristiwa ini membuat mushola jadi tidak terurus pada beberapa tahun selanjutnya. 4 tahun sesudahnya, 1172 M, penguasa Mesir waktu itu Shalahuddin al-Ayyubi membenahi susunan mushola. Nahasnya, kembali lagi mushola ini alami ‘gangguan.’ Pada 1302 M atau 702 H, Mushola Amru bin ‘Ash terserang gempa. Penguasa di tempat selanjutnya melakukan renovasi kembali.

Seterusnya, pada 1797 M atau 1212 H Mushola Amru bin ‘Ash alami pemugaran kembali. Ini kali mushola diperlengkapi dengan 2 menara yang bertahan sampai ini hari. Selanjutnya, pembaruan dilaksanakan oleh Kementerian Kebudayaan Mesir pada 1997 M atau 1418 H. Ini kali, mushola diperbarui secara meyeluruh. Tiangnya dibalikkan ke wujud sebelumnya dan dibanyakin. Keseluruhan ada 450 tiang. Ruang untuk shalat juga diperlebar. Sekarang, panjang mushola ini capai 120 mtr., sementara lebarnya 100 mtr.. Arsitek Mushola Amru bin ‘Ash ini sedikit berlainan dengan mushola secara umum, terutamanya tempat wudhunya. Mushola ini mempunyai dua tempat wudhu; untuk jemaah yang kenakan sandal dan yang memakai sepatu.

Siapa Amru bin ‘Ash? Amru bin ‘Ash ialah salah seorang teman dekat Rasulullah yang merengkuh Islam pada era kedelapan Hijriyah. Lepas dari kontroversinya dalam Perang Shiffin, Amru bin ‘Ash sebagai seorang teman dekat yang berjasa dalam penebaran Islam. Amru bin ‘Ash pernah dikirimkan Rasulullah ke daerah Oman. Dia sukses ajak pimpinan di situ merengkuh Islam. Di saat Khalifah Abu Bakar sukses merampas Yerusalem dari tangan Bizantium, Amru bin ‘Ash dikirimkan ke Palestina menjadi Amir di situ. Pucuknya saat ia dikirimkan ke Mesir pada periode Khalifah Umar bin Khattab. Pas pada 8 November 641 M atau 1 Muharram 20 H, Amru bin ‘Ash sukses mengalahkan negeri Kinanah.

Dia memproklamirkan Fusthat sebagai ibukota Mesir di saat itu. Dia selanjutnya dipilih jadi Gubernur Mesir pertama. Sesudah sukses mengalahkan Mesir, Amru bin ‘Ash berkemauan untuk membangun sebuah mushola untuk tempat beribadah golongan Muslim di saat itu. Karena itu dibuat lah sebuah mushola yang sekarang disebutkan Mushola Amru bin ‘Ash itu. Sebuah mushola sebagai corong dari penebaran Islam di benua Afrika nanti. Mushola Amru bin ‘Ash jadi mushola paling tua di Mesir dan benua Afrika, dan paling tua ke-4 di dunia sesudah Mushola Nabawi, Mushola Bashrah, dan Mushola Kufah. Sayang, bangunan awalnya mushola ini tidak sisa kembali. (A Muchlishon Rochmat)

Produsen Kubah Masjid Enamel Bergaransi 

 

error: Content is protected !!