Lompat ke konten
Qoobah » Artikel Qoobah » Kenapa Kubah Masjid Sering Berwarna Hijau atau Emas?

Kenapa Kubah Masjid Sering Berwarna Hijau atau Emas?

Dari ribuan bangunan tempat ibadah umat Islam di negara kita, warna kubah masjid sangat didominasi oleh warna hijau dan emas.

Keragaman corak penutup atap tersebut sering membuat masyarakat penasaran dan bertanya tanya.

Apakah pemilihan corak hijau dan emas tersebut terjadi karena kebetulan saja? Atau ada alasan khusus yang mendasarinya sejak zaman dahulu?

Mari kita bahas alasan di balik pemilihan warna tersebut secara langsung, ringkas, dan jelas.

Apakah Ada Aturan Khusus tentang Warna Kubah Masjid?

warna kubah masjid

Banyak warga mengira bahwa aturan agama menetapkan kewajiban memakai warna tertentu pada sarana tempat ibadahnya.

Padahal, tidak ada aturan agama yang mewajibkan umat Islam mengecat atap bangunan ibadahnya dengan warna hijau atau emas.

Pemilihan cat penutup atap sepenuhnya masuk ke dalam urusan budaya, penyesuaian iklim sekitar, dan selera keindahan masyarakat setempat.

Kebebasan tersebut membuat warga berhak menentukan warna cat kubah masjid dan menyesuaikan dengan dana kas dan bentuk rancangan bangunan utama.

Keputusan musyawarah warga dalam menentukan warna bangunan biasanya murni dipengaruhi oleh jati diri lingkungan tempat bangunan tersebut berdiri.

Panitia mempunyai kebebasan untuk memadukan warna atap agar senada dengan cat tembok utama bangunan ibadah. 

Jika panitia ingin menggali lebih jauh tentang alasan mengapa kubah masjid identik dengan tempat ibadah, silahkan membaca ulasan tentang [kenapa masjid identik dengan kubah].

Filosofi Warna Hijau dalam Tradisi Islam

Pemilihan kubah masjid warna hijau tentu memiliki alasan yang kuat dari masa lalu. Warna hijau selalu di kaitkan dengan lambang kesejukan, lambang kehidupan yang terus tumbuh, serta lambang kesuburan alam.

Bagi masyarakat di kawasan timur tengah yang hidup di daerah padang pasir panas, warna hijau menggambarkan daerah subur penuh dengan air dan pepohonan rindang.

Gambaran surga dalam ajaran agama juga erat dengan warna hijau, surga di gambarkan sebagai kebun rindang yang sangat menyejukkan.

Penerapan simbol warna hijau dalam Islam pada bangunan benar benar bertujuan membawa pesan kedamaian bagi jamaah.

Manfaat warna hijau pada atap bangunan juga sangat terasa manfaatnya pada sisi kejiwaan para jamaah.

Saat jamaah memandang warna hijau dari kejauhan, pikiran mereka bisa perlahan menjadi lebih tenang dan santai.

Suasana tenang tersebut sangat di butuhkan guna menolong jamaah meraih tingkat kekhusyukan tinggi saat melaksanakan ibadah shalat berjamaah.

Warna Emas dan Kesan Kemegahan

warna kubah masjid

Selain warna hijau yang menyejukkan, kubah masjid warna emas juga selalu menjadi incaran panitia pembangunan di berbagai daerah.

Corak kekuningan berkilau layaknya logam mulia tersebut selalu di kaitkan erat dengan lambang kemuliaan, kejayaan, dan kemegahan.

Mengecat atap tempat ibadah menggunakan warna emas akan langsung memberikan kesan megah dan besar pada bangunan.

Pantulan cahaya matahari pada atap berwarna keemasan sangat kuat, sehingga atap terlihat sangat jelas walau dipandang dari jarak berkilo-kilo meter.

Bangunan berwarna emas sering jadi sumber kebanggaan bagi warga yang sudah bekerja keras mendirikannya.

Salah satu contoh bangunan bersejarah peninggalan masa lalu yang sangat terkenal dengan warna emas adalah bangunan Kubah Shakhrah di kota Yerusalem.

Bagi para pengurus yang ingin mengetahui arti dari kubah, artikel tentang [makna kubah masjid] bisa menjadi bacaan yang menambah wawasan.

Tren Warna Kubah Masjid di Indonesia

warna kubah masjid

Membahas perkembangan ilmu rancang bangun di tanah air kita, tren warna kubah masjid memang masih di kuasai oleh warna hijau segar dan warna emas.

Pemilihan material plat logam seperti bahan enamel atau galvalum zaman sekarang membuat warna cat pada atap baja tersebut bisa bertahan awet selama belasan tahun tanpa memudar.

Meskipun warna hijau dan emas masih sangat laris, kelompok masyarakat mulai berani menerapkan banyak penggabungan warna baru yang jauh lebih segar seiring berkembangnya zaman. 

Pada masa penerapan desain kubah masjid modern zaman sekarang, panitia tidak lagi ragu saat memadukan warna biru langit, corak perak mengkilap, hingga gaya cat gradasi yang menggabungkan dua warna sekaligus dalam satu permukaan atap baja.

Penyesuaian warna kekinian tersebut membuat tampilan sarana ibadah menjadi jauh lebih cerah. Tempat ibadah yang berdiri tegak di wilayah pinggir pantai juga kerap memakai warna biru terang agar menyatu dengan pemandangan lautan luas di dekatnya.

Selain urusan warna, ada pula tempat ibadah yang berani tampil beda dengan bentuk penutup atap yang sangat unik.

Sebagai contoh nyata, wujud bangunan Masjid Raya Sumatera Barat sama sekali tidak memakai atap bulat warna emas atau hijau, melainkan memakai atap meruncing yang bentuknya meniru wujud tanduk rumah gadang khas masyarakat asli Minangkabau. 

Agar panitia desa memiliki banyak perbandingan sebelum rapat penentuan bentuk, langkah mengenali ragam [jenis kubah masjid] akan amat menolong kelancaran musyawarah.

Jadi, Mengapa Warna Kubah Masjid Didominasi Hijau dan Emas?

Sesudah membaca urutan penjelasan dari awal sampai akhir, kita bisa menarik sebuah kesimpulan yang sangat jelas.

Alasan mengapa warna kubah masjid amat kental di dominasi oleh pesona hijau segar dan kilauan emas murni di landasi oleh faktor lambang kebaikan, kebiasaan budaya leluhur pada masa lampau, serta kemudahan bagi mata warga untuk mengenali sebuah bangunan tempat ibadah dari jarak jauh.

Sama sekali tidak ada satupun aturan dari syariat agama yang memaksa kelompok panitia harus wajib mengecat atap dengan warna hijau dedaunan atau warna emas tersebut.

Seluruh kesepakatan warna murni di kembalikan utuh pada selera masyarakat, anggaran kas warga, dan tujuan pencapaian keindahan seni bangunan tempat ibadah.

Pilihan cat atap yang di sepakati bersama akan membuat bangunan terlihat rapi di pandang mata sekaligus mampu memupuk rasa bangga di dada seluruh warga setempat.

Proses menentukan corak warna atap sebaiknya tidak murni sekadar menimbang urusan keindahan kulit luar bangunan belaka.

Pemilihan warna penutup atap sebaiknya juga mempertimbangkan nilai lambang kebaikan dan keselarasan identitas tempat ibadah dengan lingkungan di sekitarnya.

Qoobah sebagai merek andalan dari PT. Anugerah Kubah Indonesia memiliki komitmen kuat untuk menghadirkan atap bangunan yang selaras dengan konsep desain dan karakter setiap tempat ibadah.

Berbekal pengalaman mendampingi ribuan kelompok panitia desa, tim tenaga ahli Qoobah siap memproduksi atap bangunan yang kuat secara hitungan struktur baja, awet melawan hantaman cuaca buruk, dan pastinya selaras sempurna dengan harapan seluruh lapisan warga penyumbang dana.